Yayasan 14 Teladan resmi memperkenalkan Program Sekolah Keteladanan melalui kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi sebagai langkah awal membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menjadi pelopor pembangunan desa. Program ini menjadi bagian dari transformasi pendekatan yayasan yang sebelumnya lebih berorientasi pada kegiatan karitatif menuju pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, di Kantor Penerbit dan Rumah Jurnal Pustaka Cemerlang, Perum Lembah Kolursari Blok D10, Kolursari, Bangil, Pasuruan. Sekolah Keteladanan hadir sebagai ruang pembelajaran bagi pemuda untuk mengembangkan karakter kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan mengenali dan mengelola potensi yang dimiliki desa. Melalui pendekatan psikososio-kognitif, peserta didorong untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat kepedulian sosial, serta memiliki keberanian mengambil inisiatif dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing. Kegiatan sosialisasi menjadi pintu masuk sebelum peserta mengikuti tahapan pembelajaran yang lebih mendalam.
Selama kegiatan, para peserta diajak berdialog mengenai tantangan yang dihadapi pemuda desa, memetakan berbagai potensi yang dimiliki wilayahnya, memahami konsep keteladanan dan kepeloporan, hingga menyusun komitmen untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran Sekolah Keteladanan. Pendekatan partisipatif dipilih agar setiap peserta terlibat aktif dalam proses belajar dan mampu membangun kesadaran bahwa perubahan dapat dimulai dari dirinya sendiri.
Tim Ahli Yayasan 14 Teladan, Bahauddin, menjelaskan bahwa Sekolah Keteladanan tidak sekadar menghadirkan pelatihan, tetapi membangun paradigma baru dalam memandang pembangunan desa. “Kami ingin pemuda menyadari bahwa perubahan desa tidak selalu harus dimulai dari bantuan. Ketika mereka memiliki karakter, kepedulian, dan kemauan untuk bergerak bersama, mereka akan mampu menjadi pelopor yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung.
Sebanyak 20 pemuda dari lima desa binaan mengikuti seluruh rangkaian sosialisasi. Mereka terlibat dalam diskusi, pemetaan persoalan desa, pengisian asesmen awal, hingga penyusunan komitmen sebagai calon peserta Sekolah Keteladanan. Melalui asesmen awal tersebut, Yayasan 14 Teladan memperoleh gambaran mengenai potensi, kesiapan, dan kebutuhan pengembangan masing-masing peserta. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun proses pendampingan dan pembelajaran pada tahapan berikutnya sehingga program dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pemuda di desa binaan.
Bagi Yayasan 14 Teladan, Sekolah Keteladanan merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial, tetapi juga mampu menggerakkan perubahan melalui tindakan nyata. Dengan mengedepankan nilai keteladanan, kepeloporan, dan kolaborasi, program ini diharapkan dapat memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.





