Dikisahkan bahwa… ada seorang dokter bedah yang memasuki ruang operasi dengan langkah mantap dan mata penuh konsentrasi.
Di hadapannya berdiri seorang petugas sederhana di rumah sakit, lalu ia berkata, “Dokter, bolehkah saya bertanya?”
Dokter bedah itu tersenyum dan berkata, “Silakan, saudaraku.”
Petugas itu berkata, “Saya mengangkat pasien, membersihkan ruangan, dan bekerja dari pagi sampai sore. Sedangkan dokter masuk ke ruang operasi hanya beberapa jam, tetapi penghasilan dokter berkali-kali lipat dari kami. Mengapa perbedaannya begitu besar?”
Dokter bedah itu memandangnya dengan tenang lalu berkata, “Saudaraku, kita semua bekerja keras, dan setiap pekerjaan memiliki nilainya di sisi Allah sebelum dinilai manusia.Namun ada sesuatu yang mungkin tidak terlihat.”
“Aku masuk ke ruang operasi ketika jantung pasien masih berdetak, dan hidupnya bergantung pada harapan, menit demi menit.
Satu kesalahan dariku bisa merenggut nyawa seseorang.
“Adapun kelelahanmu adalah bentuk perlindungan, rahmat, dan penopang bagi banyak orang. Setiap langkahmu bernilai pahala yang mungkin tidak kamu sadari.”
Allah melihat semuanya dan mencatatnya satu per satu. Petugas itu terdiam, lalu berkata, “Engkau benar. Setiap orang telah Allah tetapkan tempatnya, rezekinya, dan keletihannya.”
Dokter bedah tersenyum, menepuk bahunya, dan berkata, “Jangan melihat apa yang ada di tangan orang lain. Lihatlah apa yang ada di tanganmu sendiri, maka Tuhanmu akan menambahkannya.”
Di akhir hari, petugas itu memahami bahwa nilai seorang manusia bukanlah dari apa yang ia terima, melainkan dari apa yang ia berikan
Hikmah:
Barang siapa ridha dengan apa yang Allah tetapkan baginya, ia akan hidup sebagai orang yang paling kaya.
Yuk lanjutkan belajar kisah-kisah teladan lainnya bersama kami! Follow & kunjungi sosial media kami:
✨️Instagram : https://www.instagram.com/14teladanofficial?igsh=YWhqY3FlaGxyY2xl
✨️TikTok: https://www.tiktok.com/@14.teladan?_t=ZS-8zsNYmN232W&_r=1
✨️Web : https://14teladan.com/






