Brand Image
Search

Keistimewaan Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Setelah Perang Uhud, terdapat delapan puluh luka pada tubuh Sayyidina Ali (radhiyallahu ‘anhu) di mana sumbu bisa masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi lainnya. Rasulullah (ﷺ) menjenguknya saat ia seperti gumpalan daging di atas alas. Ketika Rasulullah (ﷺ) melihatnya, beliau menangis dan berkata:

“Sungguh, seseorang yang mengalami ini di jalan Allah, maka hak bagi Allah untuk memberikan balasan kepadanya.”

Sayyidina Ali (radhiyallahu ‘anhu) menjawab sambil menangis:

“Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, segala puji bagi Allah yang tidak melihatku mundur darimu atau lari darimu. Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, mengapa aku dihalangi dari syahadah?”

Rasulullah (ﷺ) bersabda:

“Sesungguhnya syahadah itu masih di depanmu, insya Allah.”

Kemudian Rasulullah (ﷺ) berkata:

“Abu Sufyan telah mengirimkan tantangan kepada kita untuk bertemu di Hamra’ al-Asad.”

Sayyidina Ali (radhiyallahu ‘anhu) berkata:

“Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, demi Allah, sekalipun aku harus digotong di atas tangan para lelaki, aku tidak akan meninggalkanmu.”

Maka turunlah firman Allah:

“Dan betapa banyak nabi yang berperang bersama sejumlah besar pengikutnya yang bertakwa. Mereka tidak lemah karena apa yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak patah semangat, dan tidak menyerah. Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)

Ayat ini juga turun sebagai penghormatan kepada Sayyidina Ali (radhiyallahu ‘anhu), sebagaimana firman Allah:

“Tidak ada satu jiwa pun yang mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan. Barangsiapa menghendaki balasan dunia, Kami berikan kepadanya. Dan barangsiapa menghendaki balasan akhirat, Kami berikan kepadanya. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 145)

Kemudian, Sayyidina Ali (radhiyallahu ‘anhu) menyembunyikan keluhannya atas rasa sakit luka-lukanya. Namun, dua wanita—Nusaibah al-Ghaziyah dan seorang wanita lain yang merawat para korban perang—mengadu kepada Rasulullah (ﷺ):

“Wahai Rasulullah, kami khawatir terhadapnya karena sumbu dimasukkan ke dalam luka-lukanya dari satu sisi ke sisi lain, sementara ia menyembunyikan rasa sakit yang ia rasakan.”

Ketika jumlah luka-lukanya dihitung setelah syahidnya, ditemukan lebih dari seribu luka dari kepala hingga kakinya. Semoga Allah meridhainya dan memberinya kedudukan yang mulia.

Sumber: Kitab Saluni Qabla An Tafqiduni

💬 Yuk lanjutkan belajar kisah-kisah teladan lainnya bersama kami!
Follow & kunjungi sosial media kami:

✨️Instagram : @14teladanofficial

✨️YouTube: 14 Teladan

✨️TikTok: 14.Teladan

✨️Facebook : 14_Teladan

✨️Web : 14teladan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of admin teladan
admin teladan

Latest post