Tenanglah….
Suatu hari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib hendak masuk ke suatu masjid untuk mengerjakan shalat. Beliau melihat seorang laki-laki sedang berdiri di samping masjid. Beliau berkata kepadanya,
“Tolong jaga kudaku ini dengan baik .”
Sesaat AmirulMukminin Ali bin Abi Thalib masuk ke dalam masjid, timbul pikiran jahat di benak orang itu. Maka dia melepaskan pelana kuda itu dan membawanya pergi.
Setelah selesai mengerjakan shalatnya, Ali bin Abi Thalib keluar dari dalam masjid,
Di tangan beliau ada uang dua dirham yang telah disiapkannya untuk diberikan kepada orang itu sebagai upah. Akan tetapi, beliau tidak melihatnya. Ternyata orang itu telah lari mencuri kuda beliau.
Tidak lama kemudian, pelayan AmirulMukminin Ali bin Abi Thalib pergi ke pasar.
Di sana dia melihat kuda AmirulMukminin Ali bin Abi Thalib yang telah dicuri itu dan telah dijual seharga dua dirham.
Maka, dia pun memberitahukan dan menebus kuda itu dengan harga yang sama, dua dirham.
Setelah itu dia memberikan kuda tersebut kepada beliau, Ali bin Abi Thalib.
AmirulMukminin Ali bin Abi Thalib lalu berkata,
“Alangkah terburu-burunya manusia dan alangkah sedikit kesabarannya. Datang kepadanyaa rezeki yang halal, tetapi dia mengharamkan untuk dirinya sendiri, padahal terburu-buru tidak menambah rezekinya.
Sungguh, tadinya aku bermaksud memberikan kepadanya uang dua dirham yang halal, tetapi dia lebih menghendaki yang haram.”
Benarlah apa yang disabdakan baginda Rasulullah Saw. bahwa,
“Ketenangan itu dari Allah, dan terburu-buru itu dari setan.”






