Brand Image
Search

Kisah Sayyidina Ali (as) dan Seorang Badui

Diriwayatkan oleh ulama besar Syaikh Bahai (rahimahullah) dalam salah satu karyanya:

Suatu hari, Sayyidina Ali (as) berada di Masjid Kufah. Meskipun masjid itu luas, saat itu dipenuhi oleh orang banyak. Tiba-tiba, seorang badui masuk dan melangkahi leher-leher orang satu per satu hingga sampai ke mimbar. Saat itu, Sayyidina Ali (as) sedang berkata, “Tanyalah aku sebelum kalian kehilanganku!” dan “Tanyalah aku tentang jalan-jalan langit, karena aku lebih mengetahuinya daripada jalan-jalan bumi!”

Badui itu pun berkata, “Wahai Aba Hasan, aku memiliki pertanyaan.”
Sayyidina Ali (as) menjawab, “Apa pertanyaanmu?”
Badui itu berkata, “Aku bermimpi melihat seekor anjing mengawini seekor kambing betina lalu melahirkan anak. Anak ini akan mengikuti siapa? Apakah ia mengikuti kambing sehingga halal kami makan, atau mengikuti anjing sehingga menjadi najis?”

Sayyidina Ali (as) menjawab, “Ujilah ia dalam hal makanannya. Jika ia makan daging, maka ia anjing. Jika ia makan rumput, maka ia kambing.”
Badui itu berkata, “Aku melihatnya terkadang makan daging dan terkadang makan rumput!”

Sayyidina Ali (as) berkata lagi, “Ujilah cara minumnya. Jika ia minum dengan meneguk (seperti hewan ternak), maka ia kambing. Jika ia minum dengan menjilat (seperti anjing), maka ia anjing.”
Badui itu menjawab, “Aku melihatnya terkadang meneguk dan terkadang menjilat!”

Sayyidina Ali (as) kemudian bersabda, “Ujilah cara duduknya. Jika ia duduk dengan mengangkat pantat (seperti anjing), maka ia anjing. Jika ia duduk dengan merapatkan kaki (seperti kambing), maka ia kambing.”
Badui itu berkata, “Aku melihatnya terkadang duduk seperti anjing dan terkadang seperti kambing!”

Sayyidina Ali (as) lalu bersabda, “Perhatikanlah cara berjalannya di antara kawanan ternak. Jika ia berjalan di belakang, maka ia anjing. Jika ia berjalan di tengah atau depan, maka ia kambing.”
Badui itu kembali menjawab, “Aku melihatnya terkadang di belakang dan terkadang di depan!”

Akhirnya, Sayyidina Amirul Mukminin (as) tersenyum dan berkata, “Apakah engkau ingin menutup semua pintu jawabanku? Aku adalah Ali bin Abi Thalib! Aku adalah pintu gerbang ilmu Nabi (saw)! Aku yang telah diberi ilmu dan pengetahuan oleh Rasulullah (saw)! Aku akan memberimu jawaban terakhir untuk pertanyaanmu.”

Kemudian Sayyidina Ali (as) bersabda, “Jika engkau menyembelihnya, perhatikanlah isi perutnya. Jika ia memiliki usus (seperti anjing), maka ia anjing. Jika ia memiliki lambung besar (seperti kambing), maka ia kambing.”

Maka, badui itu pun terdiam takjub akan ilmu Sayyidina Ali (as). Ia pun berkata, “Benarlah Rasulullah (saw) ketika bersabda:
‘Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya.'”

💬 Yuk lanjutkan belajar kisah-kisah teladan lainnya bersama kami!
Follow & kunjungi sosial media kami:

✨️Instagram : @14teladanofficial

✨️YouTube: 14 Teladan

✨️TikTok: 14.Teladan

✨️Facebook : 14_Teladan

✨️Web : 14teladan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of admin teladan
admin teladan

Latest post