PASURUAN – Meneladani Nabi tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian kepada sesama. Semangat tersebut diwujudkan Komunitas Sosial 14 Teladan melalui program Sekolah Keteladan, yang diarahkan untuk mengader generasi muda agar memiliki kepedulian dan empati terhadap masyarakat.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jumat (14/8/2026).
Program Sekolah Keteladan tidak hanya menempatkan pemuda sebagai penerima materi, tetapi mengajak mereka terlibat langsung dalam kegiatan sosial. Dengan demikian, nilai kepedulian diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan tumbuh melalui pengalaman dan praktik langsung di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para pemuda diajak memahami bahwa kepedulian terhadap yatim dan dhuafa merupakan bagian dari keteladanan yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.Selain santunan, kegiatan sosial tersebut juga mendapat dukungan dari Ustaz Abdurrahim, seorang terapis air, yang memberikan layanan pengobatan secara gratis kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pengobatan dilakukan dengan metode terapi minum air putih.Kehadiran layanan pengobatan gratis tersebut melengkapi kegiatan sosial 14 Teladan. Tidak hanya berbagi bantuan, kegiatan juga menjadi ruang untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Komunitas Sosial 14 Teladan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi di sekitarnya.Semangat yang dibangun sederhana: belajar peduli, berani berbagi, dan hadir untuk memberikan manfaat.
Sebab, keteladanan tidak cukup hanya diceritakan. Nilai-nilai kebaikan perlu dihidupkan melalui tindakan nyata dan diwariskan kepada generasi berikutnya.





