Brand Image
Search

Merenungkan syukur

Syukur biasa di lafadz kan dengan kalimat Alhamdulillah. Seseorang hanya dengan mengucap Alhamdulillah tanpa kesadaran sekalipun sudah di catat sebagai ibadah. Karena Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang selalu menilai dan menghargai segala kebaikan sekecil apapun. Dan kendati secara refleks ucapan Alhamdulillah hanya hadir dari orang-orang yang terbiasa dan menyadari bahwa Allah SWT lah asal muasal segala rizky.

Akan tetapi Alhamdulillah yang sesungguhnya adalah rasa syukur di mana ucapan selaras dengan fikiran selaras dengan hati dan perasaan juga selaras dengan perbuatan-perbuatan. Jika kita merenung kita dapati semua nikmat datangnya hanya dari Allah SWT, bahkan kesadaran untuk bersyukur adalah tuntunan nya yang kadang tidak kita rasakan.

Bersyukur di wujudkan dengan mengucapkan Alhamdulillah di dalam lisan, menyadari di dalam benak fikiran bahwa ini bukan atas upaya kita namun murni keridhoan dan ke murahan Allah SWT, lalu hati membenarkan nya dan terakhir tingkah laku mengikuti dengan menggunakan segenap rizky dan kebaikan di jalan yang baik-baik pula, jika itu berupa kesehatan dia tidak gunakan kesehatan tubuhnya keculai dalam kebaikan apapun bentuknya, jika berupa materi tidak di belanjakan kecuali untuk jal hal wajib dan tidak menentang larangan agama, negara, kesehatan, dan tidak merugikan siapapun.

Mari bersyukur, mari ucapkan Alhamdulillah, mari beramal baik, mari saling tolong menolong, jauhi sikap yang merugikan diri sendiri apalagi oranglain, dan teruslah meminta kepada tuhan agar dia tidak menitipkan diri kita kepada kita sendiri sekejap pun, agar apa yang kita lakukan selalu dalam tuntutan dan arahan nya.

Penulis : Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of admin teladan
admin teladan

Latest post