Brand Image
Search

Reaksi Yang Inspiratif


Baru-baru ini, kasus promosi miras yang menargetkan nama Muhammad dan Maria (sebagai subjek promosinya) di salah satu tempat hiburan malam/kelab malam bernama Hollywings viral di media sosial. Promosi tersebut berhasil mengundang beragam reaksi keras dari kalangan masyarakat beragama. Ini di sebabkan karena mereka menilai hal itu merupakan bentuk penistaan terhadap agama.

Oleh karenanya, masyarakat beragama banyak yang berbondong-bondong mengecam tindakan tersebut dan melaporkannya ke pihak berwajib. Hasilnya, dalam (penelusuran, penyidikan dan pendalaman) kasus promosi miras itu, 6 (enam) orang akhirnya di tetapkan sebagai tersangka. Walaupun demikian, kecaman dan aksi protes sebagian masyarakat belum selesai.

Sebagian masyarakat masih banyak yang menginginkan agar pihak Hollywings dapat menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada publik (beragama) melalui konferensi pers. Kelanjutannya saya belum tahu, apakah keinginan (atau lebih tepatnya tuntutan) ini akan di ikuti oleh Hollywings atau tidak. Kita tunggu saja.

Menanggapi kasus ini, saya pribadi tidak ingin ikur-ikutan reaktif dan ribet. Soal pro atau kontra atas promosi kontroversial itu, saya tidak ingin memaparkannya secara gamblang di sini. Saya berusaha menempatkan diri dalam posisi netral (proporsional/tidak berlebihan) tetapi mempunyai prinsip/sikap. Perasaan kurang mengapresiasi dan sejenisnya terhadap promosi itu memang ada.

Namun, saya tidak ingin menghakiminya (para pelaku) secara sepihak (karena perasaan tersebut). Apalagi sampai ikut-ikutan menjelek-jelekannya dan lain-lain. Saya memegang teguh sebuah konsepsi kepercayaan kepada hakikat/tabiat manusia hakiki, yang tidak bisa luput/lepas dari kesalahan, kekhilafan atau lupa. Makannya, dalam hal ini saya mencoba mengarahkan pikiran/suasana hati ke arah sana.

Toh secara hukum para pelaku juga telah mendapatkan sanksi (denda dan penjara). Jadi, tidak larut dalam tindakan/sikap yang reaktif menurut saya adalah hal yang seharusnya di lakukan. Lagi-lagi, saya lebih menganjurkan atau menekankan agar masyarakat mampu bersikap dewasa/bijaksana dalam menanggapi kasus itu (begitupun kasus sensitif lainnya).

Apalagi bagi masyarakat beragama. Cerminan ajaran keagamaan yang penuh rahmat, kasih sayang dan mencintai aktivitas saling memaafkan harus ada dalam sikap/tindakan (sebagai bentuk reaksi) mereka dalam menanggapi kasus tersebut. Oleh karenanya, dalam hal ini saya lebih menyukai tindakan yang di lakukan oleh remaja Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

Yang berhasil mengolah sikap/reaksi mereka terhadap kasus viral itu menjadi sesuatu yang positif dan edukatif. Sebagaimana dalam narasi pemberitaan yang beredar, Remaja Masjid Jogokariyan malah menanggapi kasus promosi miras itu dengan mengadakan promosi berupa ajakan shalat shubuh berjamaah berhadiah bagi masyarakat yang bernama Muhammad dan Maryam (Maria dalam bahasa Islam).

Saya tak habis pikir, remaja Masjid ini kreatif sekali. Di tengah masyarakat beragama yang hampir seluruhnya merespon kasus promosi itu dengan reaktif, bernada mengancam, dan seterusnya, mereka malah meresponnya dengan tindakan unik, mendidik, bermanfaat sekaligus baik. Saya betul-betul salut dan mengapresiasi mereka. Inspiratif.

Wallahu ‘alam

Ega Adriansyah

Kubangdeleg, 27 Juni 2022, 00.09 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of admin teladan
admin teladan

Latest post