Brand Image
Search

Terjemahan Kisah “Penyelamat Sang Perawan”

Dari ‘Ammar bin Yasir: Ketika aku bersama Amirul Mukminin Sayyidina Ali (semoga Allah meridhainya) di tempat pengadilan di Masjid Kufah, tiba-tiba terdengar keributan di halaman masjid. Beliau berkata kepadaku, “Wahai ‘Ammar, ambilkan pedangku Dzulfikar!” Aku pun membawakannya, lalu beliau menghunusnya dan bersabda, “Wahai ‘Ammar, hari ini aku akan mengungkap suatu rahasia yang tidak akan menambah bagi orang mukmin kecuali keimanan, dan tidak menambah bagi pendusta kecuali kemunafikan.”

Kemudian kami keluar, dan ternyata ada seorang wanita di dalam kemah di atas unta, dikelilingi oleh kaum laki-laki dari keluarganya. Wanita itu berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dan kepada wali-Mu, Ali bin Abi Thalib. Ya Allah, aku berlindung kepada khalifah-Mu dan hujah-Mu. Wahai Abal Hasan, wahai tuanku, hilangkanlah kesedihanku dan bebaskanlah kesusahanku, sedangkan Engkau lebih tahu keadaanku daripada diriku sendiri.”

Seorang laki-laki dari kaumnya berdiri dan berkata, “Ini adalah putriku, seorang perawan (belum menikah). Para pembesar Arab telah melamarnya, tetapi ia menolak semua lamaran itu. Sekarang, ia telah membuatku malu dan terhina di kalangan bangsa Arab. Aku adalah pemimpin kaum yang api (kemarahannya) tak pernah padam dan tetangganya tak perlu takut. Namun, perutnya telah membesar, dan jelas bahwa ia hamil.”

Sementara itu, sang gadis terus memohon pertolongan, “Wahai tuanku, perkataan ayahku bahwa aku perawan adalah benar. Adapun ucapannya bahwa aku hamil, aku bersumpah demi Allah bahwa aku tidak pernah berzina sedikit pun! Dan engkau, wahai Abal Hasan, lebih tahu keadaanku daripada diriku sendiri.”

Maka, Sayyidina Ali (semoga Allah meridhainya) memerintahkan agar penduduk Kufah dikumpulkan: “Siapa yang ingin menyaksikan kemuliaan Amirul Mukminin, hendaklah hadir!” Orang-orang pun berdatangan sampai berdesakan. Beliau kemudian memanggil bidan Kufah (wanita yang membantu persalinan) dan memerintahkan agar dipasang tirai di dalam masjid. Bidan itu masuk bersama gadis tersebut untuk memeriksa kebenaran perkataan ayahnya. Setelah memeriksa, bidan itu keluar dan berkata bahwa gadis itu benar-benar hamil!

Mendengar hal itu, Sayyidina Ali naik ke mimbar dan berseru:
“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Di mana orang yang mengaku mengenal ilmuku? Di mana orang yang mengaku mengetahui kedudukanku dan bisa mengungkap rahasia gadis ini?”

Kemudian beliau menoleh kepada kaum laki-laki dari keluarga gadis itu dan bertanya, “Apakah di antara kalian ada yang bisa mendatangkan es saat ini?”

Mereka menjawab, “Es memang banyak di negeri kami (Syam), tapi di negeri kalian ini, kami tidak bisa mendapatkannya.”

Lalu, Sayyidina Ali mengulurkan tangannya ke samping mimbar—dan tiba-tiba di tangannya muncul sebongkah es besar yang mencair. Bershalawatlah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya! Orang-orang pun terheran-heran.

Beliau kemudian memerintahkan bidan itu untuk mengambil es tersebut, membawa gadis itu keluar masjid, dan meletakkan es itu di bagian tertentu tubuhnya. Beliau bersabda, “Nanti akan keluar segumpal darah besar, dan beratnya tepat 55 dinar dan satu daniq.”

Bidan itu pun melakukan seperti yang diperintahkan, dan benar—segumpal darah keluar dari perut gadis itu, dengan berat persis seperti yang dikatakan Sayyidina Ali. Bershalawatlah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya! Tidak lebih dan tidak kurang.

Gadis itu pun datang dengan gembira, seakan-akan bumi tak mampu menahan kegembiraannya. Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, Allah telah menghilangkan kesedihanmu sebagaimana engkau menghilangkan kesedihanku dan memutihkan wajahku di tengah kaumku. Aku bersaksi bahwa engkau benar-benar mengetahui apa yang ada di dalam rahim!”

Lalu, apa rahasia di balik segumpal darah itu?
Sayyidina Ali (semoga Allah meridhainya) kemudian menjelaskan bahwa ketika gadis itu masih kecil, suatu hari ia masuk ke pemandian (hamam), dan seekor larva masuk ke dalam perutnya. Seiring waktu, larva itu tumbuh bersamanya, hingga terjadilah peristiwa ini.

Sekarang tahukah kalian mengapa Amirul Mukminin dijuluki “Penyelamat Sang Perawan”?


💬 Yuk lanjutkan belajar kisah-kisah teladan lainnya bersama kami!
Follow & kunjungi sosial media kami:

✨️Instagram : @14teladanofficial

✨️YouTube: 14 Teladan

✨️TikTok: 14.Teladan

✨️Facebook : 14_Teladan

✨️Web : 14teladan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of admin teladan
admin teladan

Latest post