Brand Image
Search

Warungbanten di Tangan Ruhandi

Sekitar pukul 10.00 WIB, saya melihat salah satu program di channel televisi digital Batik TV. Program itu berisi siaran wawancara dengan kepala Desa Warungbanten, Cikotok, Jawa Barat, bernama Jaro Ruhandi. Tema wawancara tersebut adalah membahas soal progres Ruhandi dalam membangun budaya literasi dan pemberdayaan di Desa yang di pimpinnya.

Ruhandi merupakan kepala Desa yang gencar melakukan program literasi (abjad) kepada masyarakatnya. Kepada para pemuda, anak-anak, bahkan para orang tuanya. Tujuan ruhandi melakukannya adalah untuk mengentaskan fenomena buta huruf sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya literasi untuk meningkatkan kualitas diri dan intelektual mereka.

Untuk menunjang progres tersebut, Ruhandi memiliki program membuat stand-stand buku di setiap tempat kumpul masyarakat. Di jondol-jondol, tongkrongan pemuda, dan tempat-tempat umum/ keramaian lainnya. Namun, progres ini ternyata telah Dia desain agar tidak hanya konsumtif terhadap dana Desa saja. Ruhandi juga mendesain progresnya dengan sisipan edukasi agar masyarakat bisa semakin produktif.

Dalam hal ini, Dia mendesain stand-stand buku tersebut berisi bahan bacaan yang kontekstual atau sesuai dengan profesi mayoritas dari masyarakat Warungbanten. Seperti misalnya buku-buku pertanian, peternakan, industri kreatif, UMKM dan masih banyak lagi. Jadi, selain tujuan utamanya dapat tercapai, Dia berharap, dengan ini pemahaman masyarakat terhadap profesinya masing-masing juga bisa semakin luas dan mampu membuatnya produktif (menjalankan profesi).

Misalnya, dengan pemahaman dari bahan bacaan tersebut, para petani bisa membuat hasil taninya selalu berbobot (tidak gabuk), para peternak bisa membuat hasil ternaknya memiliki ukuran yang jumbo dan sehat, para pegiat UMKM bisa membuat produk dan pemasarannya semakin unik dan efektif, serta lain-lain. Progres yang dilakukan Ruhandi menurut saya sangat bagus. Apalagi Dia juga berhasil melengkapi progresnya dengan menginisiasi prorgam pemberdayaan bagi para pemuda melalui Bumdes yang memiliki unit usaha sablon atau percetakan kaos.

Saya rasa, progresnya sudah layak menjadi percontohan bagi kepala Desa lain di Jawa Barat atau mungkin Indonesia. Sebab, sejauh pengamatan saya, Desa-desa yang memiliki progres literasi dan program pemberdayaan seperti itu sangat jarang. Bahkan, di Desa-desa sekitar tempat tinggal saya saja, progres dan program seperti itu hampir tidak ada sama sekali.

Padahal, berbagai progres dan program pemberdayaan itu merupakan salah satu hal yang bisa menjadi solusi dari permasalahan masyarakat seperti pengangguran, SDM yang tidak berkualitas, dan lain-lain. Oleh karenanya, menurut saya, sudah saatnya bagi para kepala dan lainnya sadar. Untuk kebaikan dan kemaslahatan Desanya, saya kira mulai berupaya melakukan dan menerapkan progres sekaligus program pemberdayaan dengan segera di masing-masing wilayah mereka adalah suatu keharusan yang mendesak.

Wallahu ‘alam

Ega Adriansyah

Kubangdeleg, 18 Juni 2022, 11.30 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of admin teladan
admin teladan

Latest post