Brand Image
Search

Memakmurkan Rumah Allah

Memakmurkan Rumah Allah

Sore ini, saya melaksanakan shalat maghrib di daerah Susukan Lebak. Kebetulan, sore tadi saya punya agenda mengantar teman untuk bermain futsal di sana. Jadi, ketika waktu maghrib tiba, saya shalat di salah satu musala dekat gor futsal, tak di sangka, walaupun ukuran bangunannya kecil, musala itu ternyata memiliki banyak jamaah, dari mulai anak-anak, para pemuda dan orang-orang tua (Ibu-ibu dan Bapak-bapak)

Saya kagum, di samping itu, saya juga penasaran, kira-kira apa ya yang membuat mushala tersebut ramai? Setelah di telusuri, sebetulnya tidak ada yang menarik, pengurus mushalanya juga tidak memiliki program apa-apa. Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa mungkin keramaian tersebut di picu karena kesadaran dan budaya sebagian masyarakat Susukan Lebak untuk shalat berjamaah masih tinggi.

Berdasarkan pengamatan saya (di lingkungan sekitar tempat tinggal), kesadaran dan budaya shalat berjamaah di Desa-desa sekarang ini semakin menurun, terlebih di kalangan para pemudanya. Maka, ketika melihat banyak para pemuda yang shalat berjamaah di sana, saya merasa senang. Oleh sebab itu, saya berdoa mudah-mudahan mereka istiqomah.

Kembali lagi, penurunan kesadaran dan budaya shalat berjamaah ini tentunya memiliki akar penyebab, dalam pandangan saya, akar penyebab tersebut sepertinya berasal dari kurangnya pemahaman terhadap hakikat dan keutamaan shalat berjamaah, kurangnya motivasi ibadah, dan lain-lain. Maka, sebagai ikhtiar mengatasi semua itu, dalam hal ini kita harus mulai melakukan sesuatu yang dapat membalikan suasana/keadaan.

Berkaca pada sebab, setidaknya, untuk mendukung ikhtiar ini kita mesti melakukan beberapa hal, pertama, kita bisa mulai mendorong masyarakat untuk banyak berkumpul dan mendengarkan nasihat di majelis ilmu yang dapat menambah keilmuan/kepahaman mereka tentang hakikat dan keutamaan shalat berjamaah. Namun, hal pertama ini memang memiliki tingkat keberhasilan yang tak tentu. Karena, masing-masing individu masyarakat itu memiliki karakter/sifat yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, dalam hal ini di perlukanlah cara yang kedua, yakni menjadikan masjid/musala tersebut menarik. Bagaimana caranya? Bisa dengan mengadakan program shalat shubuh berjamaah (berhadiah), mengadakan program shalat maghrib dan buka bersama gratis dan lain-lain. Atau, dalam hal ini bisa juga mengadakan program pemberdayaan seperti menjadikan masjid/musala tersebut memiliki program pendidikan, ekonomi, sosial, dan sebagainya.

Dengan begini, saya yakin masyarakat pasti akan lebih tertarik dan bergairah untuk melaksanakan shalat berjamaah/menjadi jamaah tetap di masjid/musala tersebut. Hal ini terbukti, di beberapa masjid percontohan di Indonesia, seperti masjid Jogokariyan Yogyakarta, Masjid Al-Falah Sragen dan lainnya, masjid-masjid tersebut berhasil menjadi magnet bagi para jamaah (lokal maupun non lokal). Meramaikan masjid/musala merupakan bagian dari upaya memakmurkan rumah Allah. Memakmurkan rumah Allah merupakan kewajiban yang bernilai pahala/kebaikan. Maka dari itu, melakukan berbagai ikhtiar ini mesti totalitas dan tidak setengah-setengah.

Wallahu ‘alam

Ega AdriansyahMenurutmu gimana,
Jangan lupa coment di bawah yašŸ‘‡šŸ“²

Like, Tag, and Share jika menurutmu postingan ini bermanfaatšŸ‘

Jangan lupa follow @14_teladan
Subscribe Youtube kami juga 14 teladan

Bismillah, Tebar Senyum Raih Bahagia Bersama 14 Teladan

Salurkan donasi terbaik kamu

Rec BSI : 25.0250.0007 a.n Yayasan 14 Teladan

Semoga kamu termasuk dermawan, senang sedekah tanpa seganšŸ˜‡

konfirmasi ke nomor
šŸ“² 088257602995

#14teladan
#berbagisemangat
#likeforlikes
#likeforfollow
#share
#quotes
#quote
#jumatberkah
#jumat
#pesan
#masjid
#rumahallah
#tag
#coment
#followtofollow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Picture of admin teladan
admin teladan

Latest post