Aban bin Thaghalub termasuk sahabat dekat Sayyidina Ja’far al-Shadiq r.a. Waktu itu dia berada di Mekah bersama Sayyidina Ja’far al-Shadiq r.a . Ketika ia sedang sibuk melakukan tawaf bersama beliau, tiba-tiba seorang pengikut Ahlul Bait memintanya pergi bersamanya guna memenuhi kebutuhannya. Namun ia tetap melanjutkan tawafnya. Orang itu lalu memberi isyarat kepadanya. Namun Aban (pura-pura) tidak memperhatikannya karena tak ingin meninggalkan Sayyidina Ja’far sendirian.
Kembali lelaki itu memberi isyarat. Sayyidina Ja’far r.a melihat isyarat itu dan berkata pada Aban, “Apakah orang itu memerlukanmu?”
“Ya,” jawab Aban.
“Siapa dia?” tanya Sayyidina Ja’far .
“Salah seorang pengikut Anda.”
Sayyidina Ja’far r.a tahu bahwa orang itu punya kepentingan mendesak. Beliau lalu mengatakan, “Datanglah kepadanya!”
“Berarti saya harus menghentikan tawaf,” ujar Aban.
“Ya.”
“Meskipun tawaf wajib?”
“Ya, pergilah, meskipun tawaf wajib.”
Lalu Sayyidina Ja’far mengatakan, yang salah satunya, “Langkah kaki seorang muslim untuk memenuhi kebutuhan muslim lain lebih baik dari 70 kali tawaf di Masjidil Haram.”
💬 Yuk lanjutkan belajar kisah-kisah teladan lainnya bersama kami!
Follow & kunjungi sosial media kami:
✨️Instagram : https://www.instagram.com/14teladanofficial?igsh=YWhqY3FlaGxyY2xl
✨️TikTok: https://www.tiktok.com/@14.teladan?_t=ZS-8zsNYmN232W&_r=1
✨️Web : https://14teladan.com/






