Hari ini, Rabu, 01 Juni 2022 merupakan hari kelahiran Pancasila. Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara kita, Indonesia. Pancasila sendiri setidaknya terdiri dari 5 Sila yang masing-masing mengandung nilai luhur yang mampu membangun persatuan dan kesatuan sebuah negara. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang plural atau memiliki penduduk dengan beragam latar belakang. Baik dari segi agama, suku, budaya, etnis atau ras, dan sebagainya.
Pancasila dapat mempersatukan semua itu ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hebat bukan? Apakah yang menjadikannya dapat demikian? Kalau di runut, sebabnya adalah karena, di dalam Pancasila mempunyai nilai-nilai yang mendukung keberagamaan seperti seperti terlihat pada Sila Ketuhanan yang Maha Esa, sila kemanusiaan yang adil dan beradab, sila persatuan Indonesia dan seterusnya.
Termasuk sila kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan peradilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga. Oleh karena itu, sebagai warga negara, sepatutnya kita bangga.
Negara kita adalah negara yang di anugerahi oleh Allah dengan karunia yang besar. Khususnya dalam konteks persatuan dan kesatuan ini. Kita patut bersyukur bahwa Indonesia tidak seperti Suriah, Irak, Libya, dan lain-lain.
Di negara-negara itu, karunia berupa persatuan dan kesatuan hampir tidak ada atau terlihat sama sekali, yang ada hanya gejolak perpecahan, perang, mengedepankan ego atau mengunggulkan kelompok masing-masing dan lainnya. Padahal, kalau kita teliti, kebanyakan dari mereka memiliki keyakinan agama yang mayoritas sama, tapi ternyata itu tidak menjamin dan menjadikan negara mereka bersatu dan membentuk suatu kesatuan antar masyarakat.
Malah, penduduk dan lainnya di negara-negara itu selalu mengobarkan permusuhan satu sama lain. Parahnya, hal itu berlangsung lama dan banyak membuat warga atau penduduk sipil senantiasa di landa ketakutan, ketidak tenangan.
Mensyukuri PANCASILA tidak hanya dalam bentuk lisan. Tetapi, juga dalam bentuk tindakan dan sikap-sikap. Demi menjaga atau mempertahankan agar selalu dalam keadaan damai antar warga dalam kehidupan berbangsa dan beragama.
Sila-sila dalam Pancasila mengandung unsur cinta dan toleransi tingkat tinggi. kedua unsur inilah yang akhirnya bisa membuat Pancasila menjadi solusi dalam menjaga dan mempertahankan persatuan dan kesatuan yang sudah terbentuk di NKRI ini.
Dalam rangka memperingati hari kelahiran Pancasila ini, saya mengajak teman-teman dan khalayak umum untuk mulai sedikit demi sedikit belajar dan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tersebut. Dan mempraktekkan nya dalam kehidupan nyata.
Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara yang sesuai dengan keadaan atau kultur Indonesia. Oleh karenanya, menjaga dan mempertahankannya dari segala gangguan dan tindakan-tindakan yang ingin merong-rong dan mengubah substansinya merupakan sesuatu yang wajib. Akhir-akhir ini, gangguan-gangguan sudah marak terjadi di lingkungan sekitar masyarakat.
Melalui doktrin, provokasi, dan seterusnya. Katanya sih, gangguan-gangguan dan tindakan-tindakan semacam itu di landasi oleh agama dan kesucian ajaran-ajarannya. Namun, nyatanya itu sama sekali tidak benar. Sebab, gangguan-gangguan dan tindakan-tindakan mereka malah mencerminkan sesuatu yang sebaliknya dan bukan di landasi dari hal-hal yang demikian. Melakukan tindakan bom bunuh diri, mengoar-ngoarkan urgensi jihad di jalan Allah, mengkafir-kafirkan orang lain dan sebagainya. Semua itu bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan dan jadikan landasan tadi.
Penting adanya kolaborasi dari semua elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat Pancasila sebagai dasar negara yang komplit dan konfrehensif ini.
Ega Adriansyah
Kubangdeleg, 01 Juni 2022, 14.05 WIB






