Sayyidina Muhammad al-Baqir menuturkan bahwa salah satu firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Musa as adalah:
“Wahai Musa, Aku memiliki hamba-hamba yang Aku perkenankan masuk surga dan Aku jadikan mereka penguasanya.”
Nabi Musa as bertanya, “Ya Allah, Tuhanku, siapakah mereka itu, sehingga Engkau perkenankan mereka masuk surga dan Engkau jadikan penguasa di dalamnya?”
Allah Swt berfirman, “Setiap orang yang membahagiakan hati mukmin.”
Lalu Sayyidina Muhammad al-Baqir mengatakan, “Seorang mukmin hidup di negara yang dikuasai penguasa zalim. Dia mendustakan penguasa negeri itu dan merendahkannya. Mukmin itu berada dalam kesulitan lalu pindah ke suatu negeri yang rata-rata penduduknya musyrik. Dia memasuki rumah salah seorang di antara mereka (orang musyrik). Di situ, dia disambut dengan baik dan dibahagiakan sang tuan rumah.”
“Ketika tuan rumah musyrik itu berada pada detik-detik terakhir ajalnya, Allah mengilhamkan padanya:
Aku bersumpah demi kemuliaan dan keagungan-Ku, jika dalam surga terdapat sebuah tempat untukmu, niscaya Aku tempatkan dirimu di dalamnya. Tapi surga diharamkan bagi orang musyrik. Karena itu, Aku perintahkan api neraka, ‘Wahai api neraka, takut-takutilah dia, tapi jangan membakar dan mengganggunya. Dia berhak mendapat anugerah dan kenikmatan Ilahi (setiap) pagi dan petang.’
“Seseorang bertanya kepada Sayyidina Muhammad al-Baqir, “Bagaimana mungkin dia mendapat kenikmatan surga?”
Beliau mengatakan, “Allah memberi kenikmatan padanya dari manapun yang dikehendaki-Nya.”
š¬ Yuk lanjutkan belajar kisah-kisah teladan lainnya bersama kami!Follow & kunjungi sosial media kami:
āØļøInstagram : https://www.instagram.com/14teladanofficial?igsh=YWhqY3FlaGxyY2xl
āØļøTikTok: https://www.tiktok.com/@14.teladan?_t=ZS-8zsNYmN232W&_r=1
āØļøWeb : https://14teladan.com/






