Tahukah Anda Ada Buruk Sangka Yang Terpuji
Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hujurat [49]:12).
Buruk-sangka terbagai beberapa bagian, sebagiannya terpuji dan sebagiannya lagi tercela:
1. Buruk-sangka kepada Allah. Dalam hadis dikatakan, seseorang yang tidak menikah karena takut biaya hidup, pada hakikatnya dia telah berburuk sangka kepada Allah. Seolah-olah dia berpikir, jika dia sendiri maka Allah mampu memberinya rezeki, namun jika dia punya istri, Allah tidak mampu memberinya rezeki. Buruk-sangka ini terlarang.
2. 2. Buruk-sangka kepada orang lain. Ini jelas dilarang.
3. 3. Buruk-sangka kepada diri sendiri. Buruk-sangka ini terpuji. Karena manusia tidak boleh berbaik-sangka kepada dirinya dan menganggap seluruh perbuatannya tanpa cela. Imam Ali as dalam menyebut sifat-sifat orang bertakwa berkata, Salah satu dari kesempurnaan orang bertakwa ialah dia selalu berburuk sangka kepada dirinya.
Orang yang menganggap dirinya tanpa cela, pada hakikatnya cahaya ilmu dan imannya sedikit. Dan dengan cahaya yang sedikit, manusia tidak dapat melihat sesuatu. Jika seseorang masuk ke ruangan yang besar dengan lampu teplok, maka dia hanya melihat sesuatu yang besar. Tetapi jika dia masuk ke ruangan dengan cahaya yang kuat seperti proyektor, tentu dia akan bisa melihat pentul korek api atau puntung rokok sekalipun.
Orang yang mempunyai cahaya iman yang sedikit, dia hanya bisa melihat dosa-dosa yang besar. Karena itu terkadang dia berkata, Aku adalah orang yang belum pernah membunuh, belum pernah memanjat dinding rumah orang untuk mencuri! Dia menyangka dosa hanya perbuatan-perbuatan seperti ini. Tetapi jika cahaya iman seseorang kuat, maka dia juga dapat melihat kesalahan-kesalahannya yang kecil, lalu meminta ampun kepada Allah Swt.
Jika seseorang selalu berbaik sangka kepada dirinya dia tidak akan maju. Dia seperti orang yang selalu melihat ke belakang, selalu melihat langkah yang telah diambil, dan bangga dengannya. Tetapi jika dia melihat ke depan, ke langkah-langkah yang belum dia ambil, niscaya dia akan tahu bahwa langkah yang belum diambil berkali-kali lipat banyaknya dibandingkan langkah yang telah diambil.
Perlu diperhatikan, bahwa arti dari baik-sangka ialah bukan sederhana, cepat percaya, berpikir sederhana, dan lalai dari rekayasa-rekayasa setan. Umat Islam tidak boleh berbaik-sangka bukan pada tempatnya, terperangkap dalam kelalaian dan perangkap setan.
(Syekh Muhsin)
Menurutmu gimana?
Jangan lupa coment di bawah ya👇📲
Like, Tag, and Share jika menurutmu postingan ini bermanfaat👍
Jangan lupa follow @14_teladan
Subscribe Youtube kami juga 14 teladan
Bismillah, Tebar Senyum Raih Bahagia Bersama 14 Teladan
Salurkan donasi terbaik kamu
Rec BCA : 2251.139.263 a.n Layinatus zehroh
Semoga kamu termasuk dermawan, senang sedekah tanpa segan😇
konfirmasi ke nomor
📲 088257602995
#14teladan
#berbagisemangat
#likeforlikes
#likeforfollow
#share
#tips
#ilmu
#minggu
#wekend
#buruksangka
#terpuji
#likeforlike
#tag
#coment
#followtofollow






